Pancing Pertengkaran, Pria Kerap Tak Menyadari

Sabtu, 26 Juni 2010 – 12:37 wib

Adhini Amaliafitri – Okezone


Cara paling lazim yang digunakan pria untuk memulai pertengkaran adalah meremehkan perasaan atau sudut pandang wanita. (Foto: gettyimages)
 enlarge this image

CARA paling lazim yang digunakan pria untuk memulai pertengkaran adalah meremehkan perasaan atau sudut pandang wanita. Tapi, kebanyakan pria tak menyadari jika sikapnya ini adalah awal pertengkaran.
 
“Misalnya seorang pria menganggap enteng perasaan-perasaan negatif seorang wanita. Ia mengatakan, ‘Ah, jangan merisaukan hal itu’. Bagi pria, ungkapan ini terdengar bersahabat. Tapi bagi wanita yang menjadi pasangan intimnya, ungkapan tersebut tidak berperasaan dan menyakitkan hati,” kata John Gray, Ph.D, lewat bukunya Men are from Mars, Women are from Venus.
 
“Pada contoh lain, pria barangkali berusaha menyelesaikan kekecewaan dengan mengatakan, ‘Ah, itu bukan masalah besar’. Kemudian, ia memberikan pemecahan praktis untuk kesulitan tersebut, dengan harapan istrinya akan merasa lega dan bahagia,” tambah Gray.
 
Gray mengimbuhkan, pria tidak bisa memahami saat wanita merasa diremehkan dan tidak didukung. Pemecahan masalah yang coba dikemukakan pria dianggap wanita sebagai sikap tidak menghargai.
 
“Contoh paling umum adalah saat wanita marah. Sesuai nalurinya, pria ingin menenangkan sang wanita dengan menjelaskan bagaimana seharusnya ia tidak marah. Dengan yakin, pria menjelaskan bahwa ia mempunyai alasan yang sangat rasional, logis, dan baik untuk tindakannya. Ia tidak mempunyai bayangan bahwa sikapnya ini membuat wanita merasa seolah-olah tidak berhak marah. Saat pria menjelaskan sikapnya, wanita merasa sang pria tidak menaruh perhatian dengan perasaannya,” tulis Gray.
 
Agar dapat menerima penjelasan pria, wanita ingin pria mendengarkan alasan mengapa ia marah. Pria harus menunda penjelasannya dan mendengarkan alasan kemarahan wanita dengan penuh pengertian. Setelah pria mulai menaruh perhatian dengan perasaan wanita, wanita pun merasa didukung.
 
“Perubahan pendekatan ini memerlukan latihan, tapi akan dapat dicapai. Biasanya, saat wanita menyampaikan peraaan kecewa, frustasi, atau keresahannya, setiap sel di dalam tubuh pria secara naluri menganggapi dengan sederet penjelasan dan pembenaran yang dirancang untuk menghilangkan perasaan marah wanita. Pria tidak pernah bermaksud memperburuk masalah. Kecenderungan pria yang kerap mengabaikan perasaan hanya merupakan naluri Mars-nya,” jelas Gray.
 
Kendati demikian, Gray memahami bahwa reaksi-reaksi otomatis ini tidaklah produktif, dan pria dapat melakukan perubahan. Berkat kesadaran yang makin besar dan pengalaman tentang pendekatan yang tepat kepada wanita, pria dapat melakukan perubahan ini.
(ftr)
http://m.okezone.com/read/2010/06/26/197/346865/pancing-pertengkaran-pria-kerap-tak-menyadari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s