Industri Porno Siap Menolak Flash

Wicak Hidayat : detikInet
detikcom – Jakarta, Industri film khusus dewasa di Amerika Serikat banyak membantu dalam menentukan hasil akhir ‘perang format’ selama ini. Ketika VHS mengalahkan Beta di AS, adalah industri porno yang mendorongnya.

Kemudian, saat Blu-ray akhirnya menggusur HD-DVD peran industri ini juga tak bisa diabaikan. Lebih dari tiga bulan sebelum HD-DVD dihentikan, semua studio porno di AS sudah meninggalkannya dan beralih ke Blu-ray.

Nah, perang format yang belakangan cukup hangat adalah antara Flash dengan HTML 5. Bagaimana posisi industri ‘terlarang’ ini soal Flash vs HTML 5?

ConceivablyTech, yang dikutip detikINET, Selasa (29/6/2010), pun mewawancarai Ali Joone, pendiri dan direktur dari Digital Playground, salah satu produsen porno terbesar di AS.

Menurut Joone, HTML 5 akan menjadi format yang disukai untuk masa depan. Hal ini terutama karena kebanyakan konten akan dihadirkan lewat perangkat mobile.

“Browser mobile menjalankan HTML 5 dengan baik. Flash membuat segalanya jadi lambat dan menguras baterai. Dengan HTML 5, tak ada alasan bagi kami untuk menampilkan konten dalam format Flash,” tuturnya.

Hingga saat ini Joone mengatakan DP masih menawarkan konten dalam bentuk Flash. Ini karena browser tertentu masih belum mendukung HTML 5.

“Kami menunggu browser untuk menyusul. Segera setelah mereka siap, kami akan memindahkan semuanya ke HTML 5,” pungkasnya.
http://m.detik.com/read/2010/06/29/080057/1388917/398/industri-porno-siap-menolak-flash?hlight

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s