Sudah Benarkah Keputusan Anda?

KOMPAS.com – Saat menjalani tugas-tugas di kantor, Anda pasti harus sering membuat keputusan. Entah saat memutuskan menerima calon karyawan tertentu, atau saat membuat rancangan proyek yang sedang Anda kerjakan. Entah ketika memberikan feedback mengenai masukan dari atasan, atau ketika menanggapi komentar dari rekan kerja.


Namun ketika menghadapi situasi yang sulit, seringkali Anda harus membuat keputusan yang tidak populer. Kondisi ini menyisakan rasa tidak sreg di dalam hati, dan membuat Anda kepikiran. Sudah benarkah keputusan saya memilih pendekatan tertentu untuk proyek yang sedang berlangsung? Bagaimana pengaruh ucapan saya pada rekan kerja terhadap citra diri saya di kantor? Bila keputusan Anda tidak tepat, Anda menanggung risiko kehilangan teman, dukungan, bahkan pekerjaan.

Ada cara untuk mengetahui apakah Anda sudah mengambil keputusan yang benar. Bukan dari hasil yang Anda dapatkan, melainkan dari intuisi Anda, dan dari gejala fisik Anda. Cara ini bisa Anda terapkan ketika Anda menjalani proses membuat keputusan dalam kesempatan lain.

1. Pandanglah diri Anda di cermin. Jika Anda mampu bangun di pagi hari, dan memandang diri Anda di cermin, serta merasa puas dengan apa yang telah Anda lakukan, artinya Anda sudah membuat keputusan yang benar. Namun jika Anda merasa sedikit malu, tidak yakin, dan menyesal, mungkin Anda telah membuat keputusan yang kurang tepat.

2. Percayai intuisi Anda. Tak banyak dari kita yang merasa bersalah atau menyesal karena melakukan sesuatu yang salah, atau tidak etis. Orang yang berpola pikir sehat biasanya memiliki kemampuan untuk mengartikan benar atau salah. Ketika sesuatu tidak berjalan dengan semestinya, atau perlu dipertanyakan kembali, hal ini terjadi karena intuisi kita sedang bekerja.

3. Orangtua tahu lebih baik. Anda meyakini bahwa orangtua lebih tahu dan lebih bijaksana daripada Anda. Biasanya Anda akan berusaha menuruti kata-kata mereka, kadang-kadang hanya untuk menyenangkan hati mereka. Bagaimanapun juga, Anda orang dewasa yang bisa membuat keputusan sendiri. Namun, ketika hendak membuat keputusan, tak ada salahnya Anda memikirkan apakah orang yang Anda hormati ini akan menyetujui keputusan Anda. Jika menurut Anda mereka tak akan menyetujui, kemungkinan keputusan tersebut memang bukan keputusan yang tepat. 

4. Tes fisik. Ketika Anda membuat keputusan yang baik dan etis, tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Ketika kita membuat keputusan yang kurang tepatlah kita mengalami stres secara fisik. Gejalanya bisa berupa perut yang mulas, sakit kepala, atau bahkan sakit di bagian dada. Sedangkan bila kita membuat keputusan yang baik, tubuh dan pikiran kita tetap rileks.

5. Tes tidur. Tidak semua orang bisa tidur nyenyak, dan banyak hal yang membuat kita sulit tidur lelap. Bila Anda merasa nyaman dengan cara kita hidup dan pilihan-pilihan yang Anda buat, tidur mungkin jadi lebih mudah. Namun ketika Anda membuat pilihan yang kurang tepat, Anda bisa terjaga semalaman. Kondisi ini sangat menguras tenaga, dan membuat Anda sulit menenangkan pikiran. Pikirkan, mungkinkah hal ini karena keputusan yang Anda buat?

⁠Penulis: DIN ⁠ ⁠Editor: din ⁠ ⁠Sumber : Sheer Balance⁠
http://m.kompas.com/news/read/data/2010.05.07.08514121

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s