Terlalu Bersih Justru Mengundang Penyakit

KOMPAS.com – Sedikit-sedikit Anda pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan atau membalurkan cairan antiseptik? Anda tak pernah mau makan di warteg pinggir jalan gara-gara tidak yakin akan kebersihannya? Awas, bukannya sehat, bisa-bisa Anda malah jadi gampang sakit akibat gaya hidup yang kelewat steril.

Risiko Alergi Meningkat
Pernah dengar iklan sabun yang bilang, “Berani kotor itu baik”? Bukan sekadar slogan, ternyata kalimat itu telah dibuktikan kebenarannya oleh sejumlah penelitian tingkat dunia. Berdasarkan sebuah riset yang dilakukan di Kanada, kasus penyakit yang terkait dengan alergi seperti asma, eksim, dan multiple sclerosis mengalami peningkatan akibat penerapan kebersihan yang terlalu berlebihan di negara-negara maju.

Menurut Prof. Guy Delespesse, salah seorang peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Montreal, alergi memang bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti riwayat keluarga, lingkungan hidup yang terpolusi, makanan yang diproses, stres, dan gaya hidup tidak sehat, seperti merokok dan pola makan yang tidak benar. Tetapi, kata Delespesse, minimnya paparan terhadap bakteri di lingkungan tempat kita hidup bisa jadi merupakan faktor pemicu alergi yang paling penting.

Pada tahun 1980, 10 persen populasi penduduk Barat mengidap alergi. Tapi sekarnag ini angkanya naik drastis menajdi 30 persen. Selain jumlahnya yang meningkat, tingkat kegawatan kasusnya juga bertambah tinggi,” Delespesse mengungkapkan.

Mengapa bisa begitu? Sebabnya, menurut Delespesse, bakteri di dalam sistem pencernaan tubuh manusia berguna mengajarkan bagaimana cara tubuh kita bereaksi terhadap benda asing. “Memelihara kebersihan memang bisa mencegah serangan bakteri berbahaya. Tetapi, sekaligus membatasi diri kita dari paparan terhadap mikroorganisme yang menguntungkan, dan mengurangi “latihan” yang semestinya dilakukan oleh tubuh supaya bisa memerangi penyakit di masa depan,” ujarnya.

Sengaja Kotor Biar Kebal
Sebuah studi yang dilakukan di Inggris dan dimuat dalam Journal Nature Medicine beberapa waktu lalu menyatakan bahwa salah satu penyebab sistem imunitas tubuh tidak berkembang dengan baik adalah kurangnya seseorang diperkenalkan dan terpapar oleh kotoran. Prof. Richard Gallo dari University of California, San Diego, juga menyimpulkan bahwa adanya kotoran, bakteri, dan mikroorganisme lain dalam kadar tertentu justru malah menguntungkan bagi kesehatan seseorang.

Uniknya, karena alasan tersebut, saat ini di Amerika dan beberapa negara maju malah berkembang gerakan kembali ke alam dalam arti sebenar-benarnya. Antara lain, tidak antikotor dengan cara memperbanyak kegiatan outdoor, sengaja mengunjungi teman yang sakit supaya tubuh kita bisa membentuk imunitas tubuh melawan penyakit tersebut, makan buah yang langsung dipetik dari pohon, dan lain-lain. Menurut sejumlah ahli, asalkan dilakukan secara hati-hati dan diimbangi dengan pola makan sehat serta olahraga, kebiasaan tersebut memang bisa membuat tubuh kita makin kuat.

Perbanyak Kegiatan Outdoor
Jadi, haruskan berkotor-kotor ria supaya tubuh kita kuat menahan serangan kuman penyakit? Ternyata tidak mesti seekstrem itu juga. Soalnya, menurut para ahli kesehatan, sengaja membuat lingkungan tempat tinggal kita kumuh dan kotor juga bukanlah tindakan yang bijaksana, malahan cenderung gegabah.

“Sama seperti tubuh yang sama sekali tidak pernah terpapar kuman penyakit, tubuh yang sering sakit gara-gara terlalu banyak bersinggungan langsung dengan bakteri dan lain-lain juga tidak menguntungkan bagi kesehatan kita. Kalau terlalu sering sakit, stamina kita akan melemah dan tubuh tidak mempunyai energi yang cukup untuk menguatkan sistem imunitas,” ujar Gallo.

Langkah yang masih terbilang aman namun cukup efektif adalah mengatur ulang “sensor” kita terhadap hal-hal yang biasanya dijauhi karena dianggap kotor. Misal, tak perlu selalu mencuci tangan setiap habis bersalaman dengan orang lain, tetapi cukup dilakukan setelah menyelesaikan “urusan” di kamar mandi atau sebelum makan. Perbanyak pula melakukan olahraga outdoor seperti hiking, bersepeda, jogging, dan sebagainya, ketimbang memilih berolahraga di dalam rumah atau di pusat kebugaran.

(Nayu Novita/Majalah Chic)
http://m.kompas.com/news/read/data/2010.06.29.08550975

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s