Pantang Nyerah, Sabunnya Kini Beromzet Rp100 Juta

Selasa, 29 Juni 2010 – 11:15 wib
Wiyana Dewi pernah mengalami segala macam masalah hidup. Namun,dari sanalah ibu dua anak ini menempa diri sehingga bisa seperti sekarang, menjadi pelaku usaha yang mampu menghidupi orang di sekelilingnya.

Perjalanan Wiyana Dewi menjadi pengusaha sabun berawal dari beragam cobaan hidup yang dia alami. Kisah Wiyana membuat mata terbuka bahwa Tuhan sebenarnya selalu punya rencana di balik masalah demi masalah yang ditimpakan kepada umatnya. Wiyana merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Perusahaan di bidang kosmetik yang telah mempekerjakannya selama sembilan tahun gulung tikar pada 1999 lantaran terjangan krisis ekonomi global.

PHK itu sekaligus menjadi akhir petualangannya sebagai karyawan. Selama 19 tahun, sosok yang tegar ini bekerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain karena tuntutan ekonomi.

“Waktu terkena PHK, saya benar-benar bingung. Mau ke mana masa depan saya dan keluarga? Sementara saya masih punya tanggung jawab yang harus dituntaskan,” terang anak kedua dari empat bersaudara ini.

Wiyana dikenal sebagai sosok yang peduli dengan kehidupan saudaranya. Uang hasil jerih payahnya bekerja sebagian dia gunakan untuk membantu pendidikan adik-adiknya.

Dia rela mengorbankan kuliahnya di bidang farmasi demi melihat kakak dan adik-adiknya berhasil dalam pendidikan. “Saya lebih baik mengalah asal mereka bias menyelesaikan studi,” ujarnya.

Di tengah kegamangan menghadapi cobaan hidup tersebut, Wiyana memutuskan memulai usaha pembuatan sabun. Perempuan yang sekarang menginjak usia 54 tahun itu mengaku sudah “jatuh cinta” dengan dunia kosmetik dan kecantikan sejak remaja.

Awalnya dia hanya membeli bahan baku yang sudah jadi, untuk kemudian dijual lagi kepada konsumen.Waktu itu Wiyana mengaku kehidupannya memprihatinkan. “Untuk makan saja susah,” kenangnya.

Usahanya menunjukkan perkembangan positif ketika dia berkenalan dengan supplier peralatan mandi untuk hotel. Dalam waktu bersamaan, dia pun sempat mendapat pesanan sampo khusus untuk mencuci motor. Ketika mendapat pesanan tersebut, Wiyana mengaku begitu semangat mengerjakan.

“Saya angkut-angkut sendiri bahannya pakai celana pendek yang penting saya bisa memenuhi pesanan tersebut,” ujarnya seraya menunjukkan lokasi awal dia memulai usaha di sekitar tempat tinggalnya di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Dari sana, usaha pembuatan sabun yang dilakoni Wiyana mulai berkembang. Pesanan mulai berdatangan. Dari yang awalnya dikerjakan sendiri,Wiyana mulai mempekerjakan beberapa karyawan.

Namun, di saat usahanya mulai berkembang, masalah baru kembali menghampiri. Kali ini terkait dengan biduk rumah tangganya. Pernikahan yang telah terbina bertahun-tahun dengan suami tercinta dan menghasilkan dua buah hati kandas pada 2003. “Saya kembali ke titik nol karena perceraian tersebut,” tutur perempuan yang memutuskan tetap sendiri hingga sekarang.

Namun, kehidupan harus tetap berjalan. Selepas perceraian tersebut, Wiyana kembali menggeluti usaha pembuatan sabun. Ketika memulai lagi usahanya, dia mengaku banyak dibantu Bank Tabungan Negara (Bank BTN), khususnya dalam permodalan.
Wiyana mendapat gelontoran pinjaman modal dari Bank BTN sebesar Rp300 juta.

Wiyana telah menjadi nasabah Bank BTN Cabang Bekasi sejak 1984 ketika dia memutuskan mengambil rumah yang sekarang dia tempati. “Kebetulan Bank BTN menawari saya mengambil pinjaman untuk usaha,” tuturnya.

Pinjaman itu dia manfaatkan untuk membuat pabrik kecil-kecilan dan membeli mesin produksi. Dari pengembangan itu, usahanya kini tak hanya memenuhi pesanan peralatan mandi hotel, melainkan juga melayani pemesanan dalam bentuk sabun jadi yang diminta para supplier.

Ibu dari Felisia dan Michel tersebut mengaku, perkembangan usahanya juga banyak dibantu anak bungsunya. “Michel banyak membantu pengembangan usaha saya dengan beragam inovasinya,” katanya bangga.

Saat ini beberapa inovasi produk yang dikembangkan adalah dengan membuat sabun-sabun transparan yang memiliki cita rasa seni. Dalam sabun transparan tersebut bisa dibuat gradasi atau dimasukkan foto-foto. Juga aneka bentuk hiasan lain seperti bentuk cocktail.

Beberapa produk sabun lainnya yang dikembangkan adalah sabun-sabun dengan bahan herbal, misalkan saja dari daun sereh atau pepaya. “Ke depan kita akan terus melakukan inovasi,” kata Wiyana yang telah mematenkan tiga produknya, freshmint untuk pasta gigi, we-ef untuk sabun, dan produk shampo.

Hingga sekarang produk usaha Wiyana telah menyebar ke mana-mana, bahkan hingga mancanegara. Anehnya, Wiyana menyebut dia tak pernah menggunakan jasa sales untuk menjual produknya.

“Ya, puji Tuhan pesanan datang dengan sendirinya tanpa perlu saya keluar dari rumah,” kata perempuan yang begitu yakin dengan berkah yang diberikan sang pencipta tersebut. Wiyana menjelaskan, penjualan produknya setidaknya mampu meraih omzet Rp100 juta per bulan.

Usahanya juga mampu mempekerjakan 27 karyawan yang ratarata anak-anak kurang mampu dari lingkungan sekitar usahanya. Untuk memperlancar operasional usahanya,

Dia mengaku menggunakan kendaraan Daihatsu Gran Max sejak setahun lalu.
Meski kesuksesan sudah diraih, kehidupan Wiyana tetap sederhana. Dia hanya ingin kehidupannya bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

“Satu hal yang ingin saya tekankan dari kisah saya adalah, jangan menyerah dengan masalah. Justru masalah itu harus kita hadapi. Dari sana, kita akan menjadi manusia yang lebih kuat,” kata Wiyana. (sugeng wahyudi) (Koran SI/Koran SI) (ade)
http://m.okezone.com/read/2010/06/29/22/347700

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s