Lampu Kinoflo DIY

Suasana syuting pake Kinoflo DIY

Salam teman2 semua. Kenalin saya penggiat acara reality di SCTV. Sebenarnya sudah lama mau berbagi dengan teman2 soal pembuatan lampu yang hemat listrik dan murah meriah. Seperti kita tahu, umumnya kalo syuting indoor membutuhkan lampu dengan kapasitas watt yang besar. Karena biasanya lampu yang digunakan adalah type red head 800 w, atau bahkan blonde 2kw. Kalo kocek berlebih biasanya nambah HMI, dedolight, dan lainnya. Tapi ada masalah baru yang akan timbul. Tidak setiap tempat mempunyai kapasitas listrik yang besar, diatas 2kw. Walaupun bisa diatasi dengan membawa genset, namun tetap saja tidak praktis, alias repot. Nah, untuk itu diperlukan lampu dengan watt dibawah 500watt, namun dengan intensitas sinar yang memenuhi kuota derajat kelvin kamera video. Akhirnya pilihan jatuh pada lampu neon, yang disusun seperti neon2 yang dipakai untuk menerangi lapangan bulutangkis, namun dengan type yang berbeda.
Suasana Syuting dgn Lampu Kinoflo DIY

Setelah browsing setahun lalu, akhirnya saya menemukan tips jitu membuat lampu tl untuk digunakan sebagai lampu studio berikut dengan keterangan teknisnya. Semua berkat tips dari Bapak Harlim. Terimakasih pak. Tips lengkapnya bisa dibaca di
http://www.fotografer.net/isi/forum/topik.php?id=106839&p=1
Lampu yang dipakai adalah yang merek Phillips, bukan promosi karena merek lain susah nyarinya. Dengan code CRI 86 yang berarti memancarkan sinar 5600 Kelvin. Sangat sesuai dengan pancaran lampu yang dibutuhkan lensa kamera video. Sebagai perbandingan, apabila kita syuting obyek dibawah sinar neon biasa (CRI 82, 3600kelvin) maka gambar akan terlihat kuning, bahkan kadang kala gambar fliker/getar. Apabila dengan menggunakan neon CRI
86, gambar akan terlihat jelas, warna tidak berubah dan tidak fliker.

Akhirnya lampu kinoflo ala pak Harlim, bisa dibuat. Dan sudah lebih setahun kami menggunakannya disemua program reality. Hasilnya sangat memuaskan dan hemat energi. Untuk 1 lampu yang berisi 4 neon 40w, berarti Cuma 120 w. Untuk syuting dengan 3-5 orang membutuhkan 2 lampu (8neon) diletakkan dikanan dan kiri kamera. Dengan daya yang rendah, maka tidak membebani lokasi yang kami pinjam. Kafe dan butik serta lokasi2 lain yang kami gunakan biasanya tidak keberatan setelah kami jelaskan daya lampu yang kami gunakan.

Setelah ditotal untuk pembuatan lampu ini, kurang lebih 500 ribu rupiah. Tidak termasuk tripodnya. Walau begitu tetap ada kelemahan, lampunya rentan (harus extra hati2) chasing yang lebar membuat boros tempat.

Suasana syuting indoor dgn lampu Kinoflo DIY

Berikut sebagian tips dari pak Harlim.

Produsen Lampu fluorescent yg menbuat ada 2 bahkan lebih sepanjang yg saya ketahui : Phillip dan Osram, Yg termudah ditemui adalah Phillip utk di indonesia, utk jakarta baru tersedia CRI 82 dan 86 , utk euro dan US telah tersedia CRI 96. Lampu neon yg kita gunakan di rumah kita hanya cri 54.

Utk CRI 82 color temp 3600k, sedangkan CRI 86 Color tempnya 5600k,anda cukup sebutkan philip type 82 atau 86 dan lampu ini hanya bisa di temui di pasar kenari. harga sekitar Rp 16000- Rp 18000) buatan France kepala socketnya hijau, buatan Thailand kepala socketnya putih. Agar tidak tertipu cara baca code lampunya sbb : 18w/865 arti 18watt cri 86
atau 36w/865 36 watt cri 86, 18w/820 18watt cri 82 etc.

Hal ke 3 adalah pengaturan Guide number, Atau kekuatan daya pancar cahaya. Lampu fluorescent buatan produsen studio lighting pada umunya menggunakan Electronic Dimmer Ballast, Di indonesia Electronic Dimmer ballast sangat susah di temui. Dimmer ini sebenarnya bisa di buat jika ada pengetahuan electronic yaitu dg memotong kaki tertentu pada triac dan menambahkan satu triac lagi utk menbuang arus balik ac. Jangan
mencoba Dimmer yg bukan disediakan utk Electronic ballast bisa terbakar.

Solusi dari saya yg termudah adalah gunakan switching/Saklar sebagai pilihan memang terbatas tergantung jumlah lampu yg kita pasang. Misalnya 5 lampu ,maka pasang satu lampu dg satu saklar yg dapat anda kontrol darimana saja. Jadi Total ada 5 saklar. Jika 1 lampu on berarti 20 % dari total , 2 on = 40 % dari total etc.

Berikutnya masalah casing,reflector,dan bandoor semua tergantung selera anda mendesain memudahkan anda utk setting lighting position.

Selamat mencoba.

4 thoughts on “Lampu Kinoflo DIY

  1. Salam kenal pak.. Nama saya Thomas…
    Saya sangat tertarik untuk bikin lampunya pak… Hehehehe…
    Nah saya mau tanya dkit pak,,, untuk kinoflo kan dy punya mounting W baby nya…,kira2 bisa saya beli diman tuh ya pak,..?
    Trima kasih pak…

  2. Mas…klo saya mau pesan 4 set tanpa tiang bs ga ?? PM email atw ke 087877661813.
    Saya biasa bkin video klip,kamera saya canon 550D dan 7D. Saya tertarik skali pengen coba lampunya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s