Hati-Hati Sindikat Pembantu Maling

Cerita ini sungguh terjadi kepada kami sekeluarga. Mungkin ini aib tapi biarlah pelajaran berharga ini bisa disebarkan kepada pembaca tulisan ini.
Kami memang selalu mencari pembantu dari jalur non formal (non yayasan). Inilah awal keteledoran kami. Begitu mudah percaya kepada orang asing yang masuk kedalam rumah keluarga kami dan begitu dekat dengan kami tanpa kami pernah sadari latar belakang mereka. Untuk yang membaca tulisan ini segeralah catat identitas pembantu kalian atau orang2 yang bebas keluar masuk rumah kalian. Setidaknya luangkan waktu barang sejenak untuk memotret mereka dan kartu identitasnya. Kalo pembantu itu tidak punya identitas sebaiknya beri pesangon dan keluarkan saja, cari pembantu lain yang punya identitas jelas. Daripada mengalami kejadian yang menimpa kami. Apalagi bila sang pembantu itu sering berkomunikasi lewat telpon selular, entah dengan siapa. Yang jelas bisa berkomunikasi dengan siapa saja, baik keluarganya maupun komplotannya. Who knows?
Kisah mencari pembantu ini bermula dari bulan setelah lebaran tahun lalu (2010). Biasa pembantu yang libur lebaran nggak balik lagi. Maka keluarga kami mencari pembantu, lewat bantuan beberapa pihak yang kami kenal. Akhirnya muncul informasi dari teman satu kost seorang supir yang sering membantu mengerjakan pekerjaan tukang dirumah. Temannya Dono itu menawarkan seorang pembantu sebut saja Sri.
Datanglah Sri ini kerumah kami ditemani temannya Dono. Setelah berkenalan kami meminta data diri Sri, sayangnya kami tidak sempat memotretnya. Sri ini kerjanya cukup bagus dan sopan orangnya. Setelah seminggu kerja dengan kami, Sri kedatangan tamu yang dikenalkan sebagai tantenya. Kesan yang kami tangkap terhadap “tante”nya Sri ini adalah tim survei. Matanya menyelidik seluruh rumah kami, karena kami cuma keluarga kecil dengan rumah yang juga kecil. “Tante”nya Sri ini cukup lama dirumah kami, dari jam 10 pagi hingga 4 sorean. Setelah “tantenya” pergi, seminggu kemudian datanglah suami Sri, yang memaksa menginap dirumah mertua saya, yang rumahnya tidak jauh dari kami. Ketika kami keberatan, saat itu juga Sri mengundurkan diri jadi pembantu. Sehingga kami cukup kelimpungan mengurus urusan rumah tanpa pembantu.
Sekitar akhir bulan November, kami mendapat pembantu lagi. Kali ini dari sumber lain, sebut saja Yanto, rekan papa mertua. Namanya Erlin, ngakunya berasal dari Kreyo, Ciledug. Seminggu Erlin kerja dengan kami, datang seseorang bernama Sumini menawarkan pembantu bernama Jum. Karena kami sudah punya pembantu, maka Jum kami limpahkan kepada sahabat kami yang memerlukan pembantu. Dan ternyata sekitar sebulan kerja di rumah teman saya, Jum minta ijin pulang kampung karena ayahnya sakit. Karena HPnya sedang rusak, teman saya berbaik hati meminjamkan HP anaknya untuk dibawa Jum. Dua hari setelah pergi, Jum masih bisa dihubungi soal kondisi ayahnya. Namun setelah itu, hilang ditelan angin. Bahkan teman saya sempat bertanya, apakah saya punya kontak dengan saudaranya Jum. Ternyata Jum menghilang tanpa jejak. Tak lama Jum menghilang, pembantu saya Erlin bikin ulah sehingga kami keluarkan. Setelah itu kami sempat 2 minggu tanpa pembantu. Hingga….
Akhirnya datanglah seseorang yang bernama Santo/Babeh menawarkan seseorang yang bisa jadi pembantu. Babeh itu minta uang transport 150 ribu untuk mendatangkan sang pembantu. Setelah kami bayar, 3 hari kemudian munculah Sumini membawa Aini (nik) yang bisa dipekerjakan sebagai pembantu. Ciri2 Aini (Nik) ini berusia sekitar 40 tahun, kesannya pemalu tapi matanya nyalang melirik menyelidik, mengaku berasal dari Madiun, di Jakarta punya saudara di Manggarai, Depok, Pasar Minggu.

Pembantu Maling bernama "Aini"

Maka bekerjalah Aini (Nik) dirumah kami. Kesalahan kami paling mendasar adalah ternyata tak ada seorangpun dari kami yang menanyakan identitas aslinya (KTP). Untungnya saya sempat memotret meskipun dari kamera HP. Kerjanya Aini (Nik) ini cukup rajin, bisa menyetrika dengan rapi, membersihkan rumah juga cukup bersih. Namun anehnya dia sering puasa, entah puasa beneran atau puasa mutih (makan nasi saja), yang jelas kalo disuruh makan susah. Kejadian pertama terjadi saat awal Maret, Aini (Nik) ijin pulang kampung. Selama pulang kampung Aini (Nik) ini bisa dihubungi dan selalu berhubungan dengan Dono, supir tetangga yang kadang membantu dirumah kami. Akhirnya setelah sekitar 10 hari pulang kampung Aini (Nik) kembali bekerja. Seminggu kemudian, mama mertua baru menyadari kehilangan kalung emasnya. Namun kami sedikitpun tidak curiga dengan Aini (Nik), bahkan saya merasa mama mertua agak teledor menyimpan barang dan mengecek barang secara rutin.
Dan sebulan kemudian hari rabu tanggal 13 April 2011 pagi. Hari itu saya sedang sakit flu berat, bangun pukul setengah 4 subuh. Karena merasa sakit, saya makan roti tawar untuk mengganjal kemudian minum obat. Setelah minum obat, saya mematikan alarm hp saya dan mengechargenya di ruang tamu. Tepat disamping laptop yang juga saya charge. Sekitar jam 7.30 pagi, Aini (Nik) datang. Sayup2 saya dengar dialog dia dengan mama mertua nanyain apakah anak kami sekolah hari itu. Kemudian saya tak tahu lagi, karena lanjut tidur. Dirumah biasanya yang bangun pagi, mama mertua lalu saya, selanjutnya istri dan anak. Tiba2 jam 9.30 anak saya minta diambilkan susu. Saya lalu membantu anak saya dan menanyakan dimana gerangan pembantu kami. Mama mertua tidak tahu, istri saya tidak tahu. Saat saya mau mengecek hp yang dicharge, ternyata sudah raib. Sempat terbersit, jangan2 ada pemulung yang masuk karena pintu rumah dan pagar terbuka lebar. Segera saya mengecek ke rumah papa mertua,apakah si Aini (Nik) ada disana. Ternyata tidak ada. Sehingga yakinlah kami kalo dia mencuri hp saya, dan selanjutnya terbongkar kalo dia juga menggasak uang mama mertua dan semua perhiasan emasnya. Setelah itu kami mencoba mengurai kejadian ini sedikit demi sedikit.
Ternyata pagi itu Aini (Nik), datang sudah dengan celana panjang. Rupanya dia sudah mempersiapkan momen ini untuk mencuri dan kabur. Lengkap sudah dengan tidurnya saya, sehingga usahanya tidak terdeteksi. Dia datang membantu mama mertuayang sedang sakit ke kamar mandi untuk buang air besar. Setelah memastikan mama mertua dikamar mandi, dia masuk kamar mama mertua untuk menggasak semua perhiasan dan uang. Setelah itu dia kembali ke depan kamar mandi untuk membantu mama mertua kembali kekamar. Dia memastikan mama mertua kembali tidur pagi itu. Setelah mama mertua tidur,dia kabur dengan mengambil HP saya yang sedang dicharge di ruang tamu. Laptop dicuekin karena mungkin terlalu besar untuk dibawa (mencolok). Kemudian mulailah terkuak cerita kriminal orang ini. Ternyata disaat keluarga mama mertua saya sedang berduka dua minggu sebelumnya, kami yang membawa Aini (Nik) dengan maksud untuk membantu bersih2,eh dia malah membersihkan jam tangan suami sepupu istri saya.
Semua sudah terjadi, tinggal penyesalan. Tapi biarlah, kami berbagi pengalaman ini agar tidak menimpa teman2. Dan agar kami serta teman2 jadi waspada terhadap siapapun yang bekerja dirumah. Langkah waspada yang harus dilakukan adalah Fotolah si pembantu, mintalah data dirinya (KTP/SIM) kemudian fotocopy atau difoto. Awasi gerak geriknya, suka menelopon lewat HP dan pandang matanya bila berbicara. Sebenarnya kebiasaan Aini (Nik) yang selalu gelisah dan tidak pernah mau eye contact dengan lawan bicara sempat menjadi pembicaraan kami sekeluarga, tapi kami tidak menaruh curiga.
Oh ya, soal kaitan Aini dengan Jum yang kabur dari rumah teman saya dengan menggondol HP anaknya adalah, ternyata Aini inilah yang mengantar Jum saat bertemu dengan sahabat saya di daerah pancoran.
Informasi yang kami dapat dari beberapa sahabat yang mengalami kejadian seperti kami. Ternyata pembantu Aini (Nik) tidak bekerja sendiri. Tapi dia bekerja bersama komplotannya. Ada yang bagian mensurvei (mungkin tantenya Sri) ada yang mengontrol, Babeh (Santo) ada yang memberi info penempatan, Sumini. Bahkan saat membawa kabur barang curian, mereka tidak membawa langsung semua barang curian itu langsung ke tempat tujuan. Barang2 itu satu demi satu akan di pindah tangankan kepada komplotannya yang hari itu sudah janjian menanti ditempat tertentu. Sehingga misalnya kita mampu menangkap mereka, barang bukti sudah tidak ditangannya. Karena sudah beralihke teman2nya sepanjang pelariannya…

Salam…

5 thoughts on “Hati-Hati Sindikat Pembantu Maling

  1. mas mau tanya, punya foto aini yang lebih jelas gak? atau ciri2 yang lebih jelas tentang aini? kebetulan saya baru ambil pembantu, dan ambil dari orang yang namanya sumini juga. kalau sumini bisa diceritakan juga ciri2nya seperti apa? thanks ya mas..

    1. itu foto satu2nya yang kami punya. kalo sumini, saya sendiri belum pernah ketemu (yg ketemu mertua) katanya agak gemuk, khas ibu2 penyalur pembantulah. tinggalnya didaerah pisangan ciputat, kami di cirendeu. kalo ciri2 aini, tinggi 150cm an, wajah ada bekas jerawat, matanya agak sipit dan selalu melirik curiga, kulit sawo matang cenderung putih, usia sekitar 35tahunan, dulu rambutnya ngebob apel, suka pake baju kaos kerah dan celana 7/8, orangnya rajin dan bersih kerjaannya. kalo tidak keberatan tolong difotoin pembantunya dan diemail ke saya, siapa tahu itu pembantu anda, aini. Trimakasih

  2. boleh minta alamat emailnya mas/mbak? email saya cooldj77 @ yahoo.com. saya ada pas foto Aini ini. kebetulan beberapa ciri yang disebutkan dalam post ini mirip dengan Aini yang dirumah saya. misalnya usia, asal daerah dan rumah saudaranya yang ada di jakarta. terima kasih sebelumnya

  3. bener, skrg ini pembantu susah dipercaya. PRt saya juga baru kabur, dan dompet papa saya melayang. Dan baru menyadari bahwa kehilangan dompet, emas selama ini mungkin dilakukan prt ini. Namanya Ning, orgnya keliatan rajin dan cukup taat beragama (berjilbab ketika datang). Punya 2 anak dan suaminya tidk kerja. jaga anak di kampung. Hati2 aja.

  4. Hati-hati juga dengan PRT bernama Riska wati dengan ayah bernama Waryo dari Kabupaten Indramayu. Dia baru bekerja selama 1 bulan sudah mencuri handphone dan uang. Dia mengaku berumur 18thn dan bilangnya tidak mempunyai KTP. Saya dapat ini pembantu dari Yayasan di Mangga Dua Selatan. Pesan saya: hati-hati dalam mencari pembantu dan ketahui indentitasnya dengan jelas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s