APA RENCANA ANDA 15 TAHUN KEDEPAN?

Sebelum membaca kalimat berikutnya, bila anda tidak berminat untuk berwirausaha mempersiapkan masa depan keluarga anda, sebaiknya jangan dilanjutkan membaca blog ini.


Anda boleh tidak setuju dengan pendapat saya, tapi boleh juga sepaham dengan saya. 

 

Kalimat kreatif dipantat truk

 

 

Selama ini kita bekerja membanting tulang untuk keluarga. Betul tidak? Berangkat sebelum matahari terbit, sampai kantor beberapa jam kemudian, kerja hingga lebih dari 8 jam perhari dan akhirnya pulang saat matahari sudah terbenam. Itulah ritme kerja di Jakarta, yang penuh persaingan dan macet. Beda tipis dengan rutinitas di daerah, mungkin bedanya tidak begitu macet saja.

 

Meja kursi di sebuah kantor

Budaya kita yang mengharuskan seseorang BEKERJA JADI KARYAWAN untuk mendapatkan PENGHASILAN, membuat kita terjebak pada rutinitas dan tidak sempat berpikir mengembangkan potensi yang kita miliki. Berapa banyak biaya yang sudah dikeluarkan orangtua untuk menyekolahkan kita? Berapa banyak waktu kita terbuang dijalan dan ditempat hiburan? Semua itu karena kita tidak pernah dididik untuk sadar akan potensi luarbiasa yang kita miliki. Kita hanya dididik untuk kerja menjadi karyawan, guru, PNS, profesional, dan lainnya.

 

Mayoritas orang Indonesia tidak siap hadapi pensiun

 

Setelah sekian tahun kita kerja, akhirnya kita pensiun kan? Betul tidak? Bagi pegawai negeri masih ada pensiun yang diterima setiap bulan sesuai masa bakti jadi PNS. Nah bagi karyawan swasta? Begitu pensiun maka berhentilah semua penghasilan. STOP.

Padahal problem kita masih banyak diusia pensiun itu. Pengeluaran untuk biaya hidup masih banyak, bahkan mungkin bertambah. Akhirnya banyak pensiunan yang mencoba berwirausaha atau kerja lagi dikantor lain. 

 

Habiskan jatah gagalmu, kata Dahlan Iskan

 

Membangun bisnis atau wirausaha bukanlah hal yang sulit tapi bukan juga hal yang mudah untuk dilakukan apalagi mempertahankannya. Mengapa? 99% bisnis pemula ambruk ditahun pertama bisnis itu dimulai. (Silahkan anda baca di berbagai media referensi tentang hal itu) Kebanyakan bisnis gagal karena kita tidak siap berwirausaha setelah sekian tahun nyaman menikmati kehidupan sebagai karyawan. Saya tidak menakut-nakuti tapi saya sudah pernah mengalami hal tersebut. Saya gagal dalam merintis usaha dan usaha yang paling lama bisa bertahan selama 6 bulan. 

Sampai disini, anda boleh tidak setuju dengan saya boleh juga sepaham dengan saya. Bila masih ingin tahu lanjutkan ke postingan berikutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s